Senin, 12 Januari 2009

organ genital wanita



PENDAHULUAN
1. Puji syukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita semua. Berkat nikmat-Nya jua, saya akhirnya berhasil menyusun sebuah makalah sederhana ini.
2. “Tak Kenal Maka Tak Sayang”. Pepatah ini membawa inspirasi bagi saya untuk menuliskan makalah ini. Ketika saya menerangkan tentang organ kelamin wanita, banyak wanita tidak mengetahui tentang organ kelaminnya. Sungguh ironis, wanita tidak mengetahui tentang organ kelaminnya. Itulah sebabnya mengapa saya memilih tema tentang organ kelamin wanita. Makalah ini berisikan keterangan tentang organ genital wanita. Saya berharap setelah mengenal tentang organ kelaminnya, wanita yang telah membaca makalah ini menjadi tahu dan dapat menjaga kesehatan organ genitalnya.





















PEMBAHASAN

ORGAN GENITAL LUAR
1. KLITORIS
2. LABIA MAYORA
3. LABIA MINORA
4. SELAPUT DARA (HYMEN)
5. LUBANG URETHRA
6. VULVA


1. KLITORIS
Klitoris terdiri dari jaringan yang dapat ereksi dan kelenjar ini penuh dengan pembuluh darah dan saraf rangsangan sehingga menjadi sangat sensitif terhadap rangsangan atau sentuhan, letaknya diantara pertemuan labia kiri-kanan bagian atas. Klirotis dapat memanjang dan ereksi seperti penis, ada yang dapat menonjol kepermukaan dan bahkan ada yang masuk ke dalam tapi tetap dalam ereksi penuh. Batang klitoris biasanya tertutup oleh struktur labia sehingga relatif sulit untuk dilihat. Dalam beberapa kasus penutup klitoris dapat memanjang satu inci (2,5 cm).
Fungsi klitoris merupakan pusat rangsangan perempuan.
Klitoris dianggap berupa bintil yang berbentuk mirip kacang hijau, hingga pada tahun 1998, anggapan klitoris itu masih bertahan hingga kemudian Dr Helen O’Connell menantang teori kacang hijau itu dengan penelitian spesifik. Ia lalu mengumumkan ‘penemuannya’ bahwa klitoris ternyata adalah serupa tulang pipih dengan jaringan yang berdiri mengelilingi uretra pada tiga sisi. Jika sebelumnya dianggap sebentuk kacang hijau, maka klitoris versi Dr O’Connell mempunyai dua kaki yang memanjang lima hingga sembilan sentimeter ke arah pelvis, dan mempunyai dua benjolan kecil berada pada kedua sisi bukaan vagina antara labia minora. Klitoris ala Dr O’Connell dikuatkan dengan penelitian lanjutan yang menggunakan magnetic resonance imaging (MRI) pada 2005. Hasilnya, kurang lebih sama.

Sebagai akibat dari genetik atau adanya peningkatan kadar androgen dalam janin, beberapa janin perempuan dilahirkan dengan klitoris yang menyerupai sebuah "penis," Sangatlah penting untuk mengingat bahwa dia tetaplah normal dan merupakan "gadis" yang sehat. Dia tidak cacat atau tidak sempurna. Dokter biasanya akan memotong klitoris bayi tersebut atau mengoperasinya untuk mengurangi ukurannya, dengan alasan memperbaiki kesalahan secara alami. Ini diharapkan membuat hasil dalam pertumbuhan gadis normal.
Pada beberapa kasus, bagian klitoris yang kelihatan panjangnya sekitar 2 1/2 inci (6.3cm) dan hampir 1 inci (2.5cm) diameternya . Saat klitoris memiliki ukuran ini, kelihatan sama seperti penis. Wanita-wanita ini, sama seperti wanita pada umumnya, yang mampu mengalami ereksi, sensasi, menghasilkan ejakulasi dalam kelenjar paraurethral mereka, dan bahkan berteriak.
Klitoris sangat sensitif terhadap androgen seperti testosteron obat-obatan steroid dengan resep dan tanpa resep dapat menyebabkan klitoris wanita ukurannya meningkat. Beberapa klitoris mencapai panjang maksimum sekitar 2 1/2 inci (6.3cm), jika steroid digunakan selama periode waktu tertentu dan berdasarkan umur dari wanita. Atlet perempuan yang menggunakan steroid untuk meningkatkan massa otot dan kekuatan biasanya mengalami efek samping, misalkan perubahan transeksual dari wanita ke pria. Namun, klitoris yang membesar banyak diakibatkan karena pengaruh genetik.
Meskipun klitoris umumnya berukuran kecil, namun tetap bekerja dengan baik. Diameter kelenjar klitoris rata-rata sekitar 1/4 inci (6mm) dan tubuh dari klitoris sekitar 3/4 inci (1,9mm) panjangnya. Bagian klitoris yang keluar dari tulang kemaluan, dan dapat dirasakan dengan tangan anda, berukuran panjang 1 inci (25mm) dan diameter 1/4 inci . Ada klitoris yang sangat kecil dan sulit untuk ditemukan letaknya dalam lipatan labia dan penutup klitoris. Yang lainnya sangat tersembunyi dibawah penutup dan tidak dapat dilihat, tetapi dapat dirasakan. Berdasarkan ukuran, klitoris mampu memberikan kesenangan yang kuat bagi wanita.

2. LABIA MAYORA
Labium mayora disebut juga bibir vagina bagian luar. Selama masa pubertas labia luar atau labia mayora dari seorang gadis, seringkali bertambah besar ukurannya dan mulai ditumbuhi oleh rambut-rambut. Bukan hanya perubahan ukuran dari alat kelamin gadis tersebut, akan tetapi juga bentuk, warna dan tekstur. Karena rambut kemaluan juga mulai tumbuh pada waktu ini para gadis remaja biasanya tidak menyadari perubahan-perubahan ini kecuali mereka melihatanya dengan sebuah cermin atau memeriksa dengan menggunakan jari-jari tangan mereka.
Bagi kebanyakan wanita, ukuran labia mayora lebih kecil daripada labia minora. Warna dari labia mereka biasanya coklat atau hitam, bukan merah jambu. Kulitnya kebanyakan tebal dan berkerut.
Fungsinya memberi perlindungan kepada klitoris, lubang kencing, dan lubang vagina. Di dalamnya terdapat ratusan saraf erotik. Inilah salah satu bagian dari tubuh perempuan yang paling sensitif menghasilkan sensasi erotik dan orgasme

3. LABIA MINORA
Labia minora adalah bibir vagina bagian dalam, terletak di belakang labia mayora. Labia minora memiliki banyak pembuluh darah sehingga berwarna kemerah-merahan. Ukurannya terkadang lebih besar dan panjang daripada labia mayora sehingga labia minora “mengembang” keluar, hampir menutupi labia mayora.
Wanita dari ras yang bukan kulit putih (non-kaukausian) biasanya memiliki labia yang berukuran besar. Wanita dari satu kelompok ras asli dari Afrika Selatan biasanya memiliki labia minora yang panjangnya empat inci melewati labia mayora. Kebanyakan labia yang besar timbul karena masalah genetik, bukan karena masalah lingkungan.

Ukuran dari Labia Minora
Berdasarkan pengujian pada 2.981 wanita
Panjang Jumlah Wanita Persentase
0-2cm (0-3/4in) 2,613 87.7
2cm (3/4in) 146 4.9
3cm (1 1/4in) 170 5.7
4-5cm (1 1/2-2in) 32 1.1
5-6cm (2-2 1/3in) 20 0.7
Seperti dikumpulkan oleh Bergh, presentasi Oleh Dickinson.


4. SELAPUT DARA
Selaput dara atau hymen adalah lipatan membran atau berbentuk lapisan tipis yang menutupi sebagian luar vagina. Bentuk selaput dara paling umum adalah sabit. Selaput dara tidak memiliki fungsi anatomi yang diketahui, namun biasanya para ahli menyebutkan selaput dara berfungsi melindungi vagina dari kuman-kuman. Bila seorang wanita mencapai usia pubertas, selaput dara menjadi elastis.
Selaput dara memiliki lubang atau pori dan fleksibelitas yang bervariasi. Ada pula wanita yang tidak memiliki lubang sama sekali pada selaput daranya yang disebut "impervorate hymen". Ini merupakan suatu kelainan genetika dan merupakan bawaan sejak lahir. wanita yang mengalaminya akan kesulitan saat memasuki masa haid, darah haid akan tertahan di dalam vagina dan bisa menimbulkan tumor.
Setelah wanita mengalami menarche atau menstruasi yang pertama kali, lubang himen dapat bertambah lebar. Selaput dara bisa saja robek saat melakukan berbagai aktifitas seperti melakukan masturbasi, atau ketika mengalami kecelakaan. Seorang wanita mungkin tidak tahu bahwa sebenarnya selaput daranya mengalami robek kecil, terutama perobekan tersebut tidak disertai keluarnya darah.
Selaput dara mungkin saja dapat diperbaiki kembali. Namun, lubang himen yang telah robek atau terkoyak tidak dapat dikembalikan keadaannya seperti semula. Ini dikarenakan selaput dara sangat tipis dan tidak ada pembuluh darahnya. Kalaupun dokter melakukan tindakan operasi dengan cara dijahit kembali (resewad), itu hanya untuk mengembalikan kepercayaan diri pasien.
Ada beberapa dokter yang melakukan praktik memperbaiki atau meniru selaput dara. Pada tahun 1960, praktik yang disebut hymenoplasty berkembang di Jepang untuk membantu banyak gadis yang sudah sering melakukan hubungan seks. Meski para dokter yang mempraktikkan hymenoplasty ini beralasan bahwa etika rekonstruksi selaput dara ini bisa dibandingkan dengan bedah plastic.
Selaput dara mungkin tidak sepenuhnya hilang begitu saja karena masturbasi atau karena kecelakaan bahkan penetrasi sekalipun, karena biasanya himen hanya akan robek sebagai jalan masuknya benda yang dimasukan ke dalam lubang vagina tersebut. Sebagai contoh: seorang gadis melakukan masturbasi dengan cara memasukan jarinya ke dalam lubang vagina, himen tersebut bisa saja robek namun tidak akan robek sepenuhnya, akan ada selaput yang tertinggal yang disebut carunculae myrtiformes. Sehingga pada saat melakukan hubungan seks pertama, himen akan robek kembali dan memungkinkan untuk terjadi perdarahan, ini dikarenakan jari lebih besar dari penis. Contoh lain : seorang wanita pernah melakukan hubungan seks mungkin saja memiliki selaput sisa, sehingga jika pasangannya melakukan penetrasi dengan gaya lain atau melakukan hubungan seks dengan pria lain yang memiliki penis lebih besar dari yang sebelumnya, selaput dara bisa robek kembali. Selaput dara akan robek sepenuhnya ketika ia telah melahirkan bayi.
Utuh atau tidaknya selaput dara tidak memberikan indikasi keperawanan seorang wanita. Selaput dara ada yang memliki elastisitas tinggi sehingga ketika ia melakukan hubungan seks, penetrasi tidak membuat robek besar pada selaput dara dan tidak mengalami pendarahan. Selain itu, selaput dara bisa saja robek sebelum mengalami penetrasi karena berbagai aktifitas seperti yang telah di jelaskan di atas.
Kebanyakan masyarakat meyakini bahwa wanita yang tidak mengalami pendarahan vagina saat melakukan hubungan seks yang pertama dapat dikatakan bahwa wanita tersebut bukan perawan lagi. Pernyataan ini jelas keliru. Seperti yang telah di jelaskan di atas, selaput dara robek tidak hanya karena penetrasi tapi juga bisa karena berbagai aktifitas atau kejadian yang menyebabkan selaput dara robek atau terkoyak.


Keterangan Gambar:
Jenis selaput dara berdasarkan bentuknya
Dari kiri ke kanan : Annular, Septate, Cibriform, Introitus.



5. LUBANG URETRA
Urethra berada di bagian depan vagina terletak diantara lubang vagina dan klitoris. urethra merupakan saluran tempat keluarnya air seni dari kandung kemih

6. LUBANG VAGINA (VULVA)
Lubang vagina berbentuk setengah lingkaran. Pada wanita yang belum melakukan hubungan seks, lubang vagina ditutupi oleh selaput dara. Namun, ada juga wanita yang tidak memiliki selaput dari sejak ia lahir. Pada bagian belakang lubang vagina disebut forest, jika ada rangsangan seksual, vagina akan mengeluarkan cairan lendir yang dihasilkan oleh kelenjar Bartholini.
Fungsi lubang vagina pada pandangan biologi adalah:
1. Memberikan jalan airan darah haid
2. Aktivitas seks atau sebagai jalan masuknya penis
3. Sebagai jalan keluarnya janin saat melahirkan



Gambar organ kelamin luar
(dikutip dari)









ORGAN GENITAL DALAM
1. OVARIUM
2. TUBA FALLOPI
3. UTERUS
4. SERVIKS
5. SALURAN VAGINA


1. CERVIX
Serviks adalah saluran yang menghubungkan antara lubang vagina dan uterus atau rahim yang dapat membantu jalan masuknya sperma dari saluran vagina menuju uterus atau tuba fallopi. Serviks terletak di bawah uterus. Dinding-dinding serviks dapat mengeluarkan beberapa cairan yang masing-masing memiliki fungsi berbeda, yaitu:
• menghancurkan sperma bermutu rendah. Lendir ini menyebabkan rasa basah serta lengket pada vulva
• cairan ini merupakan bagian dari sistem kekebalan yang melindungi sistem reproduktif wanita dari bahaya infeksi. Cairan ini sangat pekat sehingga sulit ditembus, terbentuk di bagian bawah leher rahim. Lendir ini menghalangi sperma masuk ke dalam cervix.
Masih ada beberapa cairan yang dihasilkan dari dinding-dinding serviks. Cairan-cairan ini dapat membentuk pola subur atau pula tidak subur.

2. UTERUS
Banyak yang menyebutkan bahwa uterus atau rahim berbentuk seperti buah alpokat dan akan membesar ketika hamil.
Rahim atau uterus terdiri dari 3 lapisan dinding, yaitu:
- lapisan luar berhubungan dengan rongga perut.
- Lapisan terdiri dari otot polos (miometrium), berfungsi mendorong bayi keluar dalam proses persalinan, dengan cara kontrksi.
- Lapisan dalam tersiri dari lapisan kelenjar yang penuh berisi pembuluh darah (endrometrium)
Fungsi rahim adalah tempat melekatnya hasil pembuahan hingga menjadi janin.

3. TUBA FALLOPI
Tuba fallopi adalah saluran untuk mengantar ovum dari dari indung telur menuju rahim. Tuba fallopi biasanya dijadikan tempat bertemunya antara sperma dan ovum. Salah satu system kontrasepsi adalah pengikatan atau pemutusan tuba fallopi yaitu tubektomi. Sehingga ovum yang keluar dari ovarium tidak akan bertemu dengan sel sperma.

4. OVARIUM
Ovarium yang berjumlah sepasang berbentuk oval yang teterletak dalam daerah pinggul perempuan. Ovarium atau indung telur memliki 300.000-500.000 sel telur. Sel telur yang telah matang akan keluar dari ovarium menuju uterus. Lepasnya ovum dari ovarium disebut ovulasi. jika sperma dapat masuk ketika ovulasi maka biasanya ovum dan sel sperma akan bertemu pada tuba fallopi. Namun, jika ovum tidak dibuahi oleh sel sperma, maka ovum akan turun ke rahim lalu “melebur” di dinding rahim, kemudian uterus berkontraksi sehinngga mengeluarkan darah. Darah inilah yang kita sebut sebagai darah haid atau menstruasi. Kontraksi uterus saat peleburan yang menyebabkan rasa sakit saat sebelum haid.
Fungsi lain ovarium adalah memproduksi hormone seksual perempuan yaitu estrogen dan progesteon. Hormone estrogen menyebabkan perkembangan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin pada wanita, seperti payudara atau tumbuhnya rambut-rambut pada kemaluan.

5. SALURAN VAGINA
Vagina atau jalan lahir meruupakan saluran yang terdiri dari otot-otot yang elastis. Dinding-dinding vagina saling bersentuhan hampir setiap saat. Bentuknya mirip balon yang kempes. Pada waktu merasakan rangsangan seksual, vagina mengembang dan memproduksi semacam cairan pelumas untuk memudahkan dalam penetrasi. Ketika melahirkan pun saluran vagina akan mengembang.



Gambar organ kelamin luar
(dikutip dari: http://ms.wikipedia.org/wiki/Faraj)

















DAFTAR PUSTAKA
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Selaput_dara
2. http://www.the-clitoris.com/indo/html/c_size.htm
3. http://images.google.co.id/imgres?imgurl
4. Faisal Yatim. Penyakit Kandungan. Myoma, kanker rahim/leher rahim dan indung telur, kista, serta gangguan lainnya. (Jakarta: Pustaka Populer Obor, 2005)
5. http://ms.wikipedia.org/wiki/Faraj
6. Sururin dkk. Pendidikan Kesehatan Reproduksi bagi Calon Pengantin. Pucuk Pimpinan Fatayat Nahdlatul Ulama, September 2007
7. Bill ameis & Jane graver. Cinta, Seks, & Allah. (Yogyakarta: Yayasan ANDI, 1998)

1 komentar:

  1. http://www2.tu-berlin.de/fak1/el/board.cgi?id=Groh&action=download&gul=7

    BalasHapus